Browsing Category

Seputar

Seputar

KEBAKTIAN UCAPAN SYUKUR HUT KE-9 GRII KEBON JERUK

KEBAKTIAN UCAPAN SYUKUR HUT KE-9 GRII KEBON JERUK 5 AGUSTUS 2018

 

 

Kebaktian ucapan syukur ini dibuka dengan pujian “Tuhanku yang Ajaib”. Suatu pujian yang tepat untuk membawa jemaat merenungkan penyertaan Tuhan yang begitu ajaib atas GRII Kebon Jeruk selama 9 tahun ini.

“Jadilah Kehendak-Mu” adalah tema yang dipilih sebagai tema besar dari HUT ke 9 GRII Kebon Jeruk. Pdt. Antonius Steven Un, Gembala Sidang GRII Kebon Jeruk, membuka khotbahnya dengan mengingatkan bahwa, seperti yang dicatat di Injil Yohanes, kebutuhan dasar Yesus adalah menjalankan kehendak Bapa. Bukan makan, bukan minum, tapi menggenapi kehendak Tuhan. Demikian pula seharusnya GRII Kebon Jeruk dan setiap orang Kristen.

Ada empat pertanyaan yang mendasari khotbah beliau. Pertama, untuk apa kita diberi tubuh fisik? Untuk menjalankan kehendak Allah. Jadi, tubuh itu jangan dibenci dan jangan juga dipuaskan hawa nafsunya, tetapi diserahkan kepada Tuhan untuk melaksanakan kehendakNya. Jika demikian, kita secara pribadi harus bertanya, “Apa yang Tuhan hendak lakukan melalui hidup kita?” Sumber utama yang mutlak untuk menjawab ini adalah Firman Tuhan. Sumber-sumber lainnya adalah relatif. Ada dua hambatan utama pada waktu kita dengan jujur ingin menjawab pertanyaan ini, yaitu sibuk dengan dunia dan serupa dengan dunia. Nah, setelah kita tahu kehendak Tuhan atas hidup kita, bagaimana kita melakukannya? Penyerahan diri. Itu adalah kunci untuk menjalankan kehendak Allah. Tanpa penyerahan diri total, kita tidak mungkin dapat menyelesaikan misi Allah untuk hidup kita. Beliau menutup khotbahnya dengan pertanyaan, “Apa jaminan bagi orang-orang yang menyerahkan seluruh hidupnya untuk menjalankan kehendak Allah, bukan kehendak dunia?” 1 Yohanes 2:17. Dunia ini bukan akan lenyap, tetapi sedang lenyap. Hanya kehendak Tuhan yang akan bertahan selamanya. Orang yang menjalankan kehendak dunia ini sedang lenyap, tetapi orang yang menjalankan kehendak Tuhan akan bertahan selama-lamanya. Taat kehendak Tuhan itu bukan hanya untuk kemuliaan Tuhan, tetapi juga untuk kebaikan kita semua. Kiranya melaksakan kehendak Tuhan dapat menjadi kerinduan terbesar kita semua. Amin. (FL)

Seputar

Seminar Khusus Kitab Wahyu

Sabtu, 14 Juli 2018, GRII Kebon Jeruk mengadakan seminar khusus yang membahas tentang kitab Wahyu, yang dibawakan oleh gembala sidang GRII Kebon Jeruk, Pdt. Antonius Steven Un. Tema lengkap dari seminar ini adalah “Kitab Wahyu di Era Postmodern: Penglihatan-Penglihatan dan Maknanya bagi Masyarakat Jejaring dan Masa Teror”.

Pada seminar ini, Pdt. Antonius Un membahas tentang kitab Wahyu dan relevansinya terhadap konteks masa kini, yang adalah masa postmodern sekaligus masa jejaring (network). Pada sesi pertama, beliau memaparkan kunci-kunci untuk mengerti kitab Wahyu, yaitu penafsiran secara simbolis sesuai dengan tema Wahyu dan bukan hurufiah, serta penafsiran secara paralelisme progresif. Selain itu, beliau juga menjelaskan mengenai definisi postmodern, jejaring, teror, serta tantangannya masing-masing. Pada sesi kedua, beliau membahas dua kemiripan antara konteks kitab Wahyu dan konteks orang Kristen masa kini, yaitu upaya setan untuk terus mencoba mengimitasi Tuhan untuk memudarkan kebenaran, serta penganiayaan dan teror terhadap orang Kristen. Pdt. Antonius Un kemudian menyimpulkan bahwa melalui kitab Wahyu, kita dapat melihat bahwa teror oleh setan sesungguhnya membuktikan kemenangan Kristus dan orang percaya, serta kekalahan setan dan para pengikutnya. Oleh sebab itu, berbahagialah orang Kristen yang tetap setia kepada Kristus Sang Kebenaran Sejati di dalam masa teror dan penganiayaan. Seminar ini kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab.

Kiranya melalui seminar ini, kita semakin bertekun dan setia dalam iman kita kepada Kristus, dan dapat mengajak teman-teman dan saudara-saudara kita untuk mengikuti seminar berikutnya. Soli Deo Gloria. (HC)

Seputar

Kebersamaan Jemaat 1 Mei 2018

Salah satu ciri dari gereja yang bertumbuh adalah gereja yang setiap jemaatnya saling mengasihi satu sama lainnya. Kasih terlihat ketika setiap jemaat bisa saling mengenal.

Maka itu pada hari libur yang lalu, Selasa, 1 Mei 2018, GRII Kebon Jeruk mengadakan acara kebersamaan jemaat di gedung GRII Kebon Jeruk sendiri yang diikuti oleh sekitar 250 orang, terdiri dari; anak-anak, remaja, pemuda, dewasa bahkan lansia. Acara kebersamaan ini diawali dengan renungan singkat oleh Pdt. Antonius Un, yang menekankan pentingnya berlutut saat berdoa sebagai ekspresi merendahkan diri di hadapan TUHAN yang lahir dari sikap kerendahan hati dan kesadaran akan pergumulan hidup jemaat ataupun gereja yang tidak mungkin dihadapi seorang diri tanpa pertolongan TUHAN. Setelah renungan usai, acara dilanjutkan dengan pembagian jemaat kedalam beberapa tim berdasarkan wilayah persekutuan yang ada di GRII Kebon Jeruk, untuk memperlihatkan kekompakan tim mereka melalui permainan-permainan yang sudah disiapkan oleh panitia. Ada beberapa permainan yang dilombakan dalam acara kebersamaan ini, antara lain seperti yel-yel, permainan interaktif, lomba memasak bagi para pria, lomba pancho pria, lomba tenis meja dan catur. Setalah semua permainan selesai, acara dilanjutkan dengan makan siang bersama. Akhirnya seluruh rangkaian acara kebersamaan ini diakhiri dengan pengumuman pemenang untuk setiap lomba bersamaan dengan penyerahan hadiah dan ucapan syukur bagi jemaat yang berulang tahun dan diakhiri dengan doa penutup.

Tahun depan acara kebersamaan jemaat akan diadakan kembali, kiranya sebagai saudara seiman, kita bisa mempersiapkan waktu untuk ikut serta didalamnya. Soli Deo Gloria (MV)

Seputar

Kebaktian Dedikasi Gedung Baru

Sabtu, 7 April 2018, GRII Kebon Jeruk melaksanakan acara kebaktian dedikasi gedung Gereja yang dipimpin langsung oleh Pdt. Dr. Stephen Tong yang merupakan pendiri dari Gerakan Reformed Injili Indonesia. Gedung gereja yang dibangun mulai tahun 2014 akhirnya bisa diresmikan pada tahun ini dengan menanda tangani prasasti peringatan gedung gereja. Kebaktian dedikasi diselenggarakan di lantai 4 dan 5 yang disebut sebagai aula Yohanes dengan kapasitas jemaat hingga 1.350 orang. Setelah kebaktian dilanjutkan dengan acara konser singkat yang dipimpin oleh Eunice Tong dengan menampilkan musik orchestra, solois dan paduan suara gabungan antara JOS dan GRII Kebon Jeruk.

Di dalam khotbahnya, Pdt Stephen Tong menegaskan bahwa fungsi dan tugas dari sebuah gereja ialah penginjilan, penggembalaan dan pengajaran. Gereja harus memberitakan Injil, menggembalakan jemaat dan mengajarkan Firman Tuhan dengan sebenar-benarnya bagi kemuliaan nama Tuhan.

Berharap melalui kebaktian dedikasi ini, Gereja dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan sungguh-sungguh di hadapan Tuhan. Soli Deo Gloria (MV)

Seputar

Photo: Persekutuan Wilayah Februari

Gereja tidak hanya tempat kita beribadah kepada Tuhan, tetapi juga tempat kita berelasi dengan sesama orang percaya. Karena itu, sejak November 2017, GRII Kebon Jeruk mengadakan persekutuan wilayah yang diadakan di 5 wilayah di sekitar Jakarta Barat. Diharapkan dengan adanya persekutuan wilayah ini, sesama jemaat bisa saling mengenal, atau bahkan bisa mengajak tetangga yang ada di sekitar rumah mereka untuk bersekutu bersama.

11 Februari 2018, persekutuan wilayah diadakan kembali. Kali ini dihadiri oleh 176 orang yang terbagi dalam 5 wilayah. Acara dimulai dengan perjamuan kasih terlebih dahulu. Firman Tuhan disampaikan secara singkat dan dilanjutkan dengan diskusi kelompok. Jemaat membagikan pengalaman dan pikiran masing-masing terkait dengan firman Tuhan yang dibahas. Kemudian, kita merayakan ulang tahun saudara saudari kita bersama-sama. Persekutuan Wilayah berikutnya akan diadakan di minggu pertama bulan Mei, marilah kita mengajak saudara saudari seiman kita supaya bisa menjadi satu keluarga di dalam Kristus.

Seputar

Photo: Seminar Penginjilan Kepada Freethinker

Sabtu, 3 Februari 2018, GRII Kebon Jeruk telah menyelenggarakan “Seminar Penginjilan Kepada Freethinker” yang dibawakan oleh hamba-Nya Pdt. Michael Densmoor. Pdt. Michael Densmoor adalah seorang misionaris dari Amerika Serikat yang saat ini sedang melayani di GRII. Beliau meninggalkan pekerjaannya di Motorola untuk menjadi misionaris kepada unreached people group. Seminar ini dihadiri oleh 360 orang dari berbagai gereja dan lembaga.

Freethinker adalah orang yang berpikir dengan bebas, menganggap Tuhan ada di sekitar mereka dan impersonal, dan tidak mau beragama. Mereka spiritual tetapi tidak agamawi. Pdt. Michael Densmoor memberikan sebuah pemaparan mengenai permasalahan-permasalahan yang dihadapi para freethinker, apa yang sebenarnya mereka cari dalam hidup ini dan bagaimana kita bisa merangkul mereka untuk beriman kepada Tuhan. Beliau juga memberikan contoh aplikasi bagaimana kita bisa melakukan penginjilan kepada para freethinker.

Semoga seminar ini bisa menjadi berkat bagi kita, dan membangkitkan semangat kita untuk melakukan penginjilan. Sampai jumpa di event berikutnya. Soli Deo Gloria. (MD)