Seputar

Seminar Khusus Kitab Wahyu

Sabtu, 14 Juli 2018, GRII Kebon Jeruk mengadakan seminar khusus yang membahas tentang kitab Wahyu, yang dibawakan oleh gembala sidang GRII Kebon Jeruk, Pdt. Antonius Steven Un. Tema lengkap dari seminar ini adalah “Kitab Wahyu di Era Postmodern: Penglihatan-Penglihatan dan Maknanya bagi Masyarakat Jejaring dan Masa Teror”.

Pada seminar ini, Pdt. Antonius Un membahas tentang kitab Wahyu dan relevansinya terhadap konteks masa kini, yang adalah masa postmodern sekaligus masa jejaring (network). Pada sesi pertama, beliau memaparkan kunci-kunci untuk mengerti kitab Wahyu, yaitu penafsiran secara simbolis sesuai dengan tema Wahyu dan bukan hurufiah, serta penafsiran secara paralelisme progresif. Selain itu, beliau juga menjelaskan mengenai definisi postmodern, jejaring, teror, serta tantangannya masing-masing. Pada sesi kedua, beliau membahas dua kemiripan antara konteks kitab Wahyu dan konteks orang Kristen masa kini, yaitu upaya setan untuk terus mencoba mengimitasi Tuhan untuk memudarkan kebenaran, serta penganiayaan dan teror terhadap orang Kristen. Pdt. Antonius Un kemudian menyimpulkan bahwa melalui kitab Wahyu, kita dapat melihat bahwa teror oleh setan sesungguhnya membuktikan kemenangan Kristus dan orang percaya, serta kekalahan setan dan para pengikutnya. Oleh sebab itu, berbahagialah orang Kristen yang tetap setia kepada Kristus Sang Kebenaran Sejati di dalam masa teror dan penganiayaan. Seminar ini kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab.

Kiranya melalui seminar ini, kita semakin bertekun dan setia dalam iman kita kepada Kristus, dan dapat mengajak teman-teman dan saudara-saudara kita untuk mengikuti seminar berikutnya. Soli Deo Gloria. (HC)