Lagu ini ditulis pada bulan Agustus 2022, ditulis untuk dinyanyikan dalam rangkaian seminar politik di berbagai kota. Lagu ini merupakan salah satu panggilan yang merupakan tugas kita sebagai orang percaya. Kita berbicara dari depan kita menjadi orang Kristen, meneladani Allah Tritunggal, meneladani Kristus, perjalanan orang percaya dan lagu keempat adalah panggilan kita untuk melayani. Tapi juga ada satu panggilan karena Alkitab mengatakan bahwa kita memiliki dua kewarganegaraan, sebagai warga negara sorga dan warga negara bagi negara yang ada di dunia ini.
Ini adalah panggilan Tuhan agar kita menjadi garam dan terang di tengah-tengah bangsa dan negara kita, melalui mendoakan, mencintai bangsa kita dan sebagainya. Saya merasa di dalam kelompok Injili tidak terlalu banyak lagu untuk bangsa dan negara sehingga kadang-kadang kita merasakan seolah-olah panggilan kita hanyalah berbicara secara vertikal sebagai orang percaya mengasihi Tuhan. Kita kurang berbicara tentang bagaimana kita menjadi lilin yang menerangi sekitar kita. Lagu ini adalah satu doa dengan tujuan dinyanyikan dan kemudian didoakan, menjadi pokok doa yang didoakan.
Saya mengharapkan Bapak/Ibu yang membaca ini, bisa menyanyikan lagu ini di gereja pada bulan Agustus, sekaligus menjadi kesempatan bagi kita mendoakan bangsa dan negera. Mengingatkan kita agar setiap tahun kalau kita bisa menyanyikan lagu ini satu kali pada bulan Agustus, itu menjadi reminder bagi kita untuk berdoa untuk bangsa dan negara. Karena lagu ini berisi pokok-pokok doa. Apakah yang harus kita doakan? Pertama, kita bersyukur Tuhan memberi tanah air, alam yang indah, kaya, negara yang merdeka.
Ini semua adalah berkat Tuhan yang mewakili banyak berkat yang Tuhan beri kepada kita. Karena itu mari kita hargai. Panggilannya adalah mari kita berdoa supaya kita orang percaya, anak-anak Tuhan bahkan seluruh masyarakat menghargai dan tidak menyia-nyiakan anugerah umum yang Tuhan berikan bagi negeri tercinta. Kita lihat di sini teologi reformed dimasukkan yaitu anugerah umum. Anugerah umum berarti berkat yang Tuhan berikan bukan hanya untuk orang percaya tetapi juga untuk orang yang belum percaya.
Setelah kita bersyukur, maka pada bait kedua kita mulai berdoa bagi pemerintah supaya pemerintah adil dan bijaksana. Adil di dalam menangani seluruh masyarakat, bijaksana di dalam mengelola sumber daya, dan menjadi hamba Allah. Roma 13:4, dua kali disebut bahwa pemerintah adalah hamba Allah, tugasnya adalah melayani masyarakat. Tugas pemerintah yang harus kita doakan juga adalah menghargai manusia yang adalah gambar Allah. Jangan sampai pemerintah, polisi, tentara, satpol PP memperlakukan masyarakat tanpa menghargai hak asasi. Di sini tidak menggunakan istilah hak asasi tetapi manusia adalah gambar Allah yang harus dihargai. Tugas pemerintah juga menciptakan perdamaian dan mebsejahterakan rakyat. Karena dalam Roma 13:4 dikatakan pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikan yaitu mensejahterakan masyarakat, menciptakan perdamaian. Bagaimana secara hukum dan secara ekonomi, pemerintah menjadi berkat untuk masyarakat.
Pokok doa yang berikutnya dalam bait yang ketiga. Kita menghadapi masalah-masalah yang nyata. Dua yang paling populer adalah korupsi dan pertikaian. Dari sekian banyak dosa, korupsi, pertikaian di dalam politik, pertikaian antara parpol, antara calon sampai dengan pertikaian anak-anak sekolah di pinggir jalan. Juga rupa-rupa dosa. Dosa bukan hanya dua ini, dosa di dalam suatu negera ada banyak dan kita harus mengerti bahwa dosa-dosa itu memiliki dua sifat yaitu melukai hati Tuhan dan merugikan sesama. Apa yang harus kita doakan supaya menjadi jalan keluar
Injil Allah terus disebarluaskan. Sebagai orang percaya kepada Tuhan Yesus dan sebagai Tuhan dan juru selamat, kita tidak ragu dan malu menyatakan bahwa akar dari semua masalah adalah dosa dan penyelesaiannya adalah Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat yang mati dan bangkit. Injil Allah harus terus diberitakan supaya ketika orang percaya kepaa Tuhan Yesus, Roh Kudus membimbing manusia bertobat dari dosa.
Ini adalah pokok doa yg menjadi tiga besar. Setelah berbicara pemerintah, bersyukur, dan berbicara persoalan, apa tugas kita sebagai warga negera?
Kita minta anugerah Tuhan karena manusia berdosa cenderung tidak taat, cenderung tidak jujur, kita minta anugerah Tuhan supaya bisa taat pada hukum, bisa jujur, rajin, disiplin, dan jangan lupa bersatu membangun bangsa. Terlepas dari perbedaan politik, perbedaan keyakinan, perbedaan latar belakang, tugas kita adalah bersatu membangun bangsa.
Dua kalimat yang terakhir berbicara tentang tugas orang percaya. Kita bukan hanya berdoa untuk seluruh masyarakat, tetapi juga untuk orang percaya. Tuhan memanggil umatNya menjadi terang dunia. Tugas kita adalah menjadi terang dunia, mengusir kegelapan dengan penuh kasih dan menjadi berkat. Kita tidak bisa membawa keadilan. Tidak mudah. Karena itu tugas pemerintah, tentara, polisi, hakim, jaksa. Tetapi kita orang percaya bisa menjadi berkat, garam dan terang dengan penuh kasih. Kita memberikan bantuan. Di dalam sinode GRII, kami memiliki tim aksi kasih yang menjadi berkat untuk segala macam keluarga, masyarakat, segala macam agama, segala macam gereja dan latar belakang. Pada waktu pandemi, saya ingat, tim aksi kasih dari GRII membagikan barang-barang peralatan medis untuk ratusan rumah sakit tanpa melihat agama. Ketika terjadi gempa bumi di sana sini, mereka membangun gedung gereja sementara juga tidak melihat latar belakang gereja. Dengan penuh kasih menjadi berkat. Itu yang bisa dilakukan oleh gereja, dilakukan oleh orang percaya.
Refrainnya berbicara tentang cinta kebenaran. Lagu ini ditulis satu tahun atau setengah tahun sebelum pemilu. Berbicara janganlah kita pakai hoax, kebenaran itu kunci. Amsal: Kebenaran meninggikan derajat bangsa. Dosa adalah noda bangsa. Karena itu tugas kita adalah berdoa supaya kita mencintai kebenaran, semua aspek, semua pihak, dan takut kepada Pencipta, sayang kepada sesama.
Kalau seseorang cinta kebenaran, takut kepada Pencipta dan sayang kepada sesama, apakah dia masih berani korupsi? Tidak akan berani. Dia akan betul-betul bekerja dan memberikan yang terbaik utk masyarakat. Lagu ini dengan sengaja dituliskan dalam bentuk mars. Mars mengingatkan kita kepada lagu-lagu bangsa dan negara yang kita nyanyikan. Suasana yang semangat untuk memanggil. Karena lagu ini bukan sebuah doa, tetapi panggilan untuk bersyukur dan berdoa karena itu dinyanyikan dengan irama mars. Kalau lagu ini sebuah doa, maka harus dinyanyikan dengan lebih sendu.

