Truth and Love News

HUT ke-3 PRII Pekanbaru

Admin

Milik Tuhan Sajalah Gereja

Catatan dari Panitia Perintisan Cabang

Selamat ulang tahun PRII Pekanbaru! Tiga tahun sudah usiamu dan tiga tahun pula Tuhan telah menyertaimu melalui serangkaian perjalanan, proses belajar dan bertumbuh, yang tidak luput dari pergumulan dan tantangan yang tidak ringan. Tuhan izinkan semua kesulitan terjadi agar setiap kami yang berbagian dalam pelayanan dan perintisan cabang menjadi sadar bahwa Tuhanlah yang memegang kendali serta berdaulat menetapkan apa yang terbaik untuk pekerjaan dan kerajaan-Nya. Kami hanyalah alat di tangan-Nya.

Tuhan memberi kesempatan kepada kami untuk mencicipi kebaikan dan penyertaan Tuhan, dan belajar memahami makna sebenarnya dari ‘percaya dan taat dengan sepenuh hati’ saat diperhadapkan dengan situasi yang menegangkan dan berpotensi membakar emosi dan menyulut amarah. Namun, di balik semua ketegangan yang terjadi, kami diingatkan untuk mawas diri terhadap jebakan si jahat, belajar menahan diri, dan terus meminta belas kasihan serta pertolongan Tuhan. Kami diajar untuk menjaga perilaku dan perkataan kami, agar tidak menjadi batu sandungan bagi mereka yang sedang ‘mempersulit’ kami. Walaupun dalam situasi sulit, kami belajar untuk percaya bahwa Tuhan punya jalan keluar dan kami pun harus tetap melangkah dengan iman menatap ke depan dan berfokus pada pekerjaan Tuhan, bukan pada harga diri dan gejolak hati.

Tuhan sungguh hebat. Dia sudah mempersiapkan sesuatu yang indah dan luar biasa di luar kemampuan nalar manusia, seperti yang tertulis di Efesus 3:20. Kami dibuat terkejut, kagum, dan terpesona dengan perbuatan tangan Tuhan yang ajaib di balik semua kesulitan, saat kami belajar percaya dan taat dalam iman.

PRII Pekanbaru baru berumur 3 tahun. Perjalanan ke depan masih panjang dan masih banyak proses belajar yang harus dilalui. Sebagai bayi yang baru belajar berjalan, kami bersyukur untuk firman Tuhan yang selalu mengingatkan, menegur, menerangi, serta mengoreksi kesalahan dan kekurangan kami. Teladan baik dari Gembala Sidang yang selalu mengingatkan jemaat untuk bertekun dalam Doa Berlutut dan bertumbuh dalam kebenaran firman Tuhan, yang merupakan isi hati Tuhan, sungguh telah menjadi pelita yang memandu perjalanan iman jemaat.

Seiring dengan berjalannya waktu dan saat jemaat terus belajar bertumbuh dalam firman dan keimanan mereka, Tuhan tambahkan lebih banyak jemaat yang rindu belajar dan bertumbuh. Rata-rata kehadiran jemaat tahun 2023-2024 berkisar 60-70 orang,  sekarang sudah mencapai rata-rata 90-95 orang pada setiap kebaktian umum.

Kebaktian HUT PRII Pekanbaru tahun ini menjadi istimewa dan penting karena pada kesempatan ini, 9 orang anggota GRII diteguhkan sebagai Pengurus PRII Pekanbaru. Ini merupakan sebuah milestone yang sangat berarti karena gereja berharap ke depannya ke-9 pengurus boleh terus dilatih, dipersiapkan, dan diperlengkapi untuk mengemban tugas dan tanggung jawab yang lebih besar ketika PRII bertumbuh menjadi MRII dan akhirnya menjadi GRII yang sehat dan meneruskan komitmen untuk menjaga tradisi teologi Reformed dan Penginjilan sesuai Visi Misi mula-mula dari Gerakan Reformed Injili.

Saat ini, jumlah anggota PRII Pekanbaru sudah mencapai 40 orang. Pada hari HUT ke-3 ini, dibuka kelas katekisasi perdana angkatan ke-3 dengan  14 peserta.  Kami berharap semakin banyak umat Kristen di kota Pekanbaru boleh mendapat berkat rohani dari pemberitaan dan pengajaran firman Tuhan yang berbasis teologi Reformed dan hidup mereka boleh semakin bersinar bagi kemuliaan nama Tuhan.

Catatan dari Jemaat

Tanggal 27 Juli 2025, PRII Pekanbaru memperingati hari jadinya yang ketiga. Eben-haezer, pada hari itu juga menjadi momen pelantikan pengurus, sekaligus penutup dari rangkaian KKR Regional Riau 2025. Kapasitas maksimal ruangan kebaktian sekitar 180 orang, dan jumlah jemaat yang mengisi ibadah pada hari itu ada sekitar 140 orang. Puji Tuhan karena firman boleh diberitakan dan umat Allah boleh dikumpulkan. Kita kembali diingatkan bahwa gereja adalah milik Allah, demikian juga dengan seluruh umat kepunyaan-Nya.

Kita percaya bahwa keberadaan sebuah gereja merupakan gambaran dari kehadiran mempelai Kristus yang tunduk kepada Kristus. Status dan panggilan tersebut berlaku bagi semua gereja milik Kristus, tak terkecuali PRII Pekanbaru. Pengabaran Injil yang murni, pengabaran firman yang kuat dan teguh dari mimbar, serta persekutuan orang-orang yang dikuduskan melalui firman, menjadi hal yang membangun, menjaga, dan memelihara gereja-Nya.

Pdt. Antonius Steven Un dalam momen pemotongan kue ulang tahun pada hari itu menyatakan, “umur tiga tahun memang masih bayi, masih panjang perjalanan ke depan.” Ya betul, perjalanan gereja masih panjang dalam menantikan Tuhannya dan kekasih jiwanya. Tapi yang memberikan sukacita dan jaminan adalah janji bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan gereja-Nya yang sejati.

Pdt. Stephen Tong juga pernah menyatakan, “gereja yang malas menginjili adalah gereja yang bunuh diri.” Di kesempatan lain, beliau pernah menyampaikan bahwa firman yang murni dan teguh harus diberitakan melalui mimbar. Dengan teologi Reformed sebagai tulang punggung, dan dengan semangat penginjilan, iman Kristen harus kembali ditegakkan di tengah-tengah tantangan zaman abad ke-21. PRII Pekanbaru, bersama dengan PRII, MRII, dan GRII di seluruh dunia juga mendapatkan panggilan yang sama dalam pekerjaan Ilahi ini, menghadirkan kerajaan-Nya di tengah-tengah dunia, di dalam konteks-konteks yang Tuhan munculkan. Puji Tuhan atas pemeliharaan Tuhan hingga hari ini atas PRII Pekanbaru. Masih banyak tantangan, sekaligus berkat penyertaan Tuhan yang tersedia di depan. Firman yang murni, sakramen yang sejati, dan disiplin gerejawi yang setia menjadi tiga ciri khas dari gereja yang sejati menurut John Calvin. Kiranya Tuhan yang terus kuatkan dan sertai para hamba Tuhan, pengurus, aktivis, dan jemaat untuk terus bergantung dan setia kepada Tuhan, Sang Pemilik gereja yang setia. Dari selama-lamanya dan sampai selama-lamanya, milik Tuhan sajalah gereja-Nya. Amin.