Truth and Love News

Merayakan Natal, Merayakan Kristus

Avatar photo

Triska Leslinar Zagoto

(Rangkaian Ibadah Natal GRII Kebon Jeruk)

“Apakah makna sejati Natal masih dapat kita saksikan dan nikmati di tengah ingar-bingar bulan Desember— bulan terakhir yang setiap tahun kerap dipenuhi dengan aktivitas komersial: diskon besar-besaran, promo liburan, dan semarak dekorasi di berbagai tempat?”  Di tengah euforia dan gegap gempita yang mendominasi perayaan Natal, seringkali kita terbuai dan melupakan esensi dari perayaan ini. Natal telah dijadikan sebagai perayaan yang tak lebih sebagai ajang menghadiahi diri sendiri dengan pesta dan kemewahan.

Sebagai gereja, kita dipanggil untuk mengembalikan inti dan pesan utama dari apa yang dikenal sebagai Natal. Sebab kita tahu, bulan Desember adalah momen di mana kita memperingati satu kisah di masa silam yang tak akan pernah usang— sebuah peristiwa penting di dalam sejarah, yaitu kelahiran Tuhan Yesus, Allah menjadi manusia.

Sebagaimana bait pertama dari lagu ‘Hai Mari Berhimpun’, yang sering kita nyanyikan hampir di setiap ibadah Natal, kita— orang percaya— dipanggil untuk berkumpul, menyaksikan, dan menyembah Kristus.

Hai, mari berhimpun dan bersukaria!

Hai, mari semua ke Betlehem.

Lihat yang lahir, Raja bala surga.

Sembah dan puji Dia, sembah dan puji Dia,

Sembah dan puji Dia, Tuhanmu.

Dalam rangka memperingati kelahiran Yesus Kristus, GRII Kebon Jeruk mengadakan serangkaian ibadah Natal. Diawali dengan Ibadah Natal Pemuda & Remaja pada Sabtu, 30 November mengangkat tema “Invasion of Light to those in Darkness”, dipimpin oleh Vik. Joshua Siwalette. Ibadah yang berlangsung di Lt. 3 ini diikuti oleh sekitar 293 pemuda dan remaja, baik dari gereja kita sendiri maupun undangan dari sekolah-sekolah di sekitar GRII Kebon Jeruk.

Pada minggu berikutnya, yaitu Sabtu, 7 Desember, Natal Pasangan Suami-Istri yang merupakan gabungan dari PA Young Couple dan PA Wanita, dengan tema “Kuasa Allah yang Tak Mustahil dan Penyerahan Diri Yusuf-Maria”. Ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Antonius Un ini berlangsung di Lt. 3 dan dihadiri oleh sekitar 212 jemaat. Sementara itu, Children Fellowship yang diadakan di Lt. 2 diikuti oleh 10 anak.

Sekolah Minggu juga melangsungkan Ibadah Natal pada hari berikutnya, Minggu, 8 Desember, di Lt. 3 dan Lt. 2 dengan tema “Jangan Takut, Juruselamat Telah Lahir“. Ibadah ini dibawakan oleh Vik. Joshua, Vik. Carlos, dan Ibu Suryanti, yang dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama dimulai pada pukul 10.00 WIB dan sesi kedua pada pukul 13.00 WIB. Ibadah Natal ini mencatat total kehadiran sekitar 686 anak sekolah minggu serta pendamping.

Selanjutnya, di dalam kasih dan anugerah Tuhan, kita juga menyaksikan penyertaan dan kehadiran Tuhan melalui Kebaktian Natal Umum pada Minggu, 15 Desember, bertema “Tuhan Yesus Menderita dan Menang sejak di Betlehem”. Ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Antonius Un ini dihadiri oleh sekitar 1.241 jemaat, dan juga diisi dengan Konser Paduan Suara GRII Kebon Jeruk dan Orkestra pada akhir ibadah yang mempersembahkan Hymn of Praise karya Felix Mendelssohn.

Ibadah Natal terakhir diselenggarakan pada Jumat, 20 Desember, dengan tema “Damai Natal dan Kebahagiaan Memandang Kristus di Usia Senja”. Ibadah ini dipimpin oleh Vik. Carlos Wiyono dan dihadiri sekitar 136 jemaat lanjut usia. Ibadah ini memberikan kesempatan bagi para lansia untuk merayakan Natal serta merenungkan kebahagiaan yang ditemukan dalam Kristus, terutama di usia senja mereka.

Bulan Desember telah berlalu, perayaan Natal telah selesai. Kita bersyukur atas kelimpahan firman Allah yang disampaikan melalui setiap hamba-hamba Tuhan, yang selalu berfokus pada Injil dan keselamatan kekal di dalam Yesus Kristus, yang sejatinya merupakan inti dari Natal. Kita juga bersyukur atas penyertaan Tuhan dalam setiap langkah persiapan yang dilakukan oleh panitia dan penatalayan, meskipun di tengah segala kelemahan dan keterbatasan, tetapi kita diingatkan pada kalimat yang selalu disampaikan oleh Pdt. Antonius Unbahwa Tuhan berhak menerima yang terbaik dari hidup kita, ibadah kita, dan pelayanan kita.

Merayakan Natal, merayakan Kristus! Perayaan Natal, kata Pdt. Andar Ismail, menjadi lebih berarti karena kita tahu bayi yang kita sambut itu tidak terus-menerus berada di palungan Betlehem, melainkan bertumbuh menjadi guru yang mengajar di tepi sungai Yordan dan kemudian dipaksa berjalan terbungkuk-bungkuk memikul salib menaiki tangga kota Yerusalem, tetapi kemudian bangkit kembali dan berdiri dengan tegap di bukit Galilea serta bersabda, “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.  Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman”