Truth and Love News

Outing Kebersamaan Pemuda Remaja & Welcoming Student 2024

Avatar photo

William Tan

Pemuda dan Remaja GRII Kebon Jeruk mengadakan acara kebersamaan yang kedua di tahun ini pada Senin 16 September 2024. Acara kebersamaan ini bertujuan untuk membangun persekutuan yang lebih erat antar remaja dan antar pemuda. Berharap agar remaja dan pemuda semakin menyatu dalam komunitas dan dapat mendukung pelayanan mereka kepada Tuhan nantinya.

Selain sebagai acara kebersamaan internal, outing ini juga ditujukan untuk welcoming student (penyambutan mahasiswa baru). Selama beberapa tahun, acara welcoming student mengambil bentuk seminar. Bentuk seminar mengedepankan aspek pengajaran untuk menjangkau mahasiswa. Tahun 2024 ini, Pengurus Pemuda mengusulkan outing sebagai bentuk acara welcoming student. Tujuannya agar bisa terjadi interaksi yang lebih panjang dengan mahasiswa baru. Dengan outing ini, aspek yang didorong adalah persekutuan.

Senin 16 September dipilih sebagai hari acara karena hari libur nasional dan tidak berbenturan dengan jadwal lainnya di gereja. Pemilihan waktu di sekitar September sejalan dengan periode mahasiswa baru memulai perkuliahan. Pemilihan tanggal acara juga mempengaruhi lokasi acara yang dipilih. Senin 16 September merupakan hari terakhir long weekend, maka waktu perjalanan pulang menjadi penting untuk diperhatikan. Panitia berusaha memilih lokasi acara yang tidak terlalu jauh dan menghindari kemacetan parah. Lokasi acara outing yang dipilih adalah Taurus Resort, Sukabumi. Taurus Resort ini memadai sebagai tempat acara indoor maupun outdoor.

Panitia mempublikasikan dan mempromosikan acara ini melalui berbagai jalur komunikasi yang ada. Pengumuman di Kebaktian Umum, di PA Pemuda dan di PA Remaja. Juga melalui brosur fisik yang dibagikan secara langsung dan brosur digital yang dibagikan melalui sosial media. Tidak lupa klip promosi acara menyertai. Team Humas dengan giat membagikan brosur di beberapa kampus di sekitar gereja untuk menjangkau para mahasiswa. Acara ini menjadi kegiatan yang dinantikan, baik oleh pemuda maupun remaja karena selain mempererat tali persaudaraan, juga diisi dengan berbagai aktivitas seru yang membangkitkan semangat kebersamaan di dalam persekutuan.

Pada hari pelaksanaan acara, peserta berkumpul di gereja mulai jam 5.30 pagi. Terdapat 105 orang yang ikut dalam acara outing ini. Lebih dari separuh peserta adalah pemuda, seperempat peserta adalah remaja. Sisanya adalah mahasiswa dan beberapa pengajar remaja. Peserta berangkat pagi-pagi menuju lokasi acara dengan 2 buah bus yang telah disewa panitia. Perjalanan berjalan dengan lancar dan peserta tiba dengan selamat di Taurus Resort.

Outing ini dimulai dengan renungan singkat yang dibawakan oleh Vik. Joshua Siwalette. Renungan singkat ini berlangsung di dalam ruang aula pertemuan dengan pemandangan langsung ke kaki gunung Salak dan alam terbuka yang asri. Tema renungan adalah “Menggapai Impian Tanpa Melupakan Panggilan di Metropolitan”. Dalam sesi ini, pemuda dan remaja bergabung bersama untuk mendengarkan renungan firman yang memberikan penguatan dalam panggilan kita sebagai orang Kristen di metropolitan (kota besar). Renungan ini berisi beberapa poin. Poin pertama mengingatkan akan godaan dan kerasnya dunia yang dihadapi pemuda dan remaja. Poin kedua menjelaskan pentingnya mengerti panggilan Tuhan kepada kita yang berada di kota metropolitan. Poin ketiga menekankan pentingnya untuk saling mendukung dan menjadikan iman sebagai landasan dalam kehidupan sehari-hari. Sesi firman ini menjadi sebuah kesempatan bagi pemuda dan remaja untuk dapat berhenti sejenak dari kesibukan kehidupan di kota dan menggunakan waktu yang ada untuk merefleksikan kebenaran firman Tuhan sambil menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan.

Setelah renungan singkat, acara dilanjutkan dengan berbagai kegiatan kebersamaan. Team Pemuda (termasuk mahasiswa) dan team Remaja mempunyai rangkaian acara yang terpisah. Rangkaian acara yang terpisah bertujuan agar kebersamaan internal di komunitas pemuda dan di komunitas remaja dapat dilakukan dengan lebih intensif. Walaupun terpisah, konsep acara kebersamaan pemuda dan remaja mempunyai banyak kesamaan. Kedua konsep acara terdiri dari berbagai ice breaking, games (permainan) dan table fellowship (persekutuan di meja makan). Acara pemuda dipenuhi dengan beragam permainan yang memacu semangat dan kekompakan antar peserta. Permainan yang diadakan berbentuk relay atau lomba mengelilingi pos-pos, di mana setiap pos menyajikan tantangan permainan yang berbeda. Contoh permainannya adalah melempar kantong pasir kepada target yang disediakan, mengoper benda dengan menggunakan alat-alat yang disediakan, memindahkan balon tetapi tidak menggunakan tangan, sampai dengan mengisi air ke pipa yang berlubang hingga penuh. Setiap aktivitas ini dirancang untuk memfasilitasi para pemuda untuk saling mengenal satu dengan yang lain dan mempererat ikatan persaudaraan di dalam tubuh Kristus.

Acara remaja juga sama serunya dalam membangun kebersamaan antar remaja. Remaja memiliki berbagai permainan yang dilakukan secara berkelompok. Untuk itu, peserta remaja dan para pengajar remaja dibagi menjadi empat kelompok. Beberapa permainan utama yang dimainkan adalah Simon says, dodge ball, tarik tambang dan protect the candle. Permainan Simon says dan dodge ball dilakukan di dalam ruang aula, sedangkan tarik tambang dan protect the candle dilakukan secara luar ruangan. Permainan protect the candle sangat seru. Tiap kelompok bergiliran mencoba untuk membawa lilin yang menyala melintasi lapangan, sementara kelompok yang lain berusaha memadamkan lilin tersebut dengan balon air dan berbagai siraman air lainnya. Di akhir acara, semua peserta permainan menjadi basah dan tertawa gembira.

Setelah semua acara permainan selesai, outing ditutup dengan ice breaking sekali lagi dan pembagian hadiah untuk para kelompok juara. Akhirnya perjalanan pulang dimulai. Panitia mengatur agar kepulangan tidak terlalu sore untuk mengantisipasi kemacetan yang ada di tol Jagorawi. Panitia telah menyiapkan makan malam dan snack agar perjalanan pulang yang panjang tetap menjadi nyaman walapun macet. Bus rombongan peserta akhirnya tiba kembali di gereja sekitar jam 7 malam. Sepanjang perjalanan pulang, panitia berkomunikasi dan “share live location” kepada orang tua peserta remaja melalui WA group, sehingga orang tua dapat mengatur waktu untuk menjemput.

Para peserta merasakan sukacita atas adanya kegiatan outing kebersamaan ini dan menjadi lebih akrab satu dengan yang lainnya. Pengurus PA Pemuda dan Pengurus PA Remaja berharap kebersamaan seperti ini bisa dilakukan kembali di waktu mendatang den terus berkembang agar membentuk komunitas yang melayani. Terima kasih kepada para panitia yang telah bekerja keras untuk terlaksananya outing kebersamaan ini. Kali ini, panitia pemuda dipimpin oleh Elbert Timothy Lasiman dan panitia remaja dipimpin oleh Dillon Karsten Kosim. Kiranya juga terbangun kebersamaan yang mendalam di antara panitia melalui pelayanan ini.

Kiranya melalui acara ini, nama Tuhan dipermuliakan. Soli Deo Gloria.