Suatu Studi Ringkas Buku IV.20 Institutes of the Christian Religion
Kita bersyukur atas terselenggaranya VLV lecture pada Sabtu, 14 September 2024 lalu, yang membahas warisan pemikiran religius John Calvin terhadap pemerintahan publik. Suatu pembahasan yang sangat menarik karena pada konteks kekinian jarang sekali dapat kita temukan pemikiran yang mengulas implikasi, dan keharusan, dari pengaruh perkembangan religiusitas individu dan kolektif terhadap sektor publik; terutama dalam dunia politik. Iman Kristen memandang bahwa kekuasaan untuk memerintah berasal dari Allah. Maka dari itu, pertama-tama, pejabat publik harus terlebih dahulu gentar, takluk, dan mempertanggungjawabkan seluruh kewenangannya terhadap Allah; baru setelahnya terhadap masyarakat yang dilayaninya.
Pandangan kristiani justru menempatkan peranan pejabat publik dalam koridor yang sangat sakral, bahwa mereka adalah “vikaris-vikaris Allah untuk merepresentasikan citra Allah dalam menghadirkan providensi, perlindungan, kebaikan, kemurahan, dan keadilan ilahi kepada orang-orang; yang oleh sebab itu peranan tersebut harus dijalankan dengan segenap kehati-hatian, kesungguhan, dan ketekunan” – Institutes of the Christian Religion, IV.xx.6. Inilah yang dimaksud Calvin sebagai substansi dari pemerintahan sipil, bahwa pokok keberadaannya bukanlah perihal perebutan kekuasaan, melainkan bagaimana menghadirkan nilai-nilai keilahian di bumi sebagai gambar dan rupa Allah.

Tentu dari cara pandang ini kita menyadari bahwa penyimpangan kewenangan/kekuasaan adalah suatu tindakan yang sangat fatal, karena mereka (pejabat publik) pertama-tama bukan sedang melawan rakyat, melainkan Tuhan. Perlawanan terhadap Tuhan ini tentu mendatangkan suatu konsekuensi yang sangat mengerikan, dan tak dapat terbayangkan oleh nurani yang jernih. Namun, bukankah memang demikian dampak dari kejatuhan manusia dalam dosa? Bukan saja manusia merusak tatanan dunia dan kemanusiaan, hal yang lebih fundamental adalah, manusia melawan Allah yang Absolut. Dalam pandangan iman Kristen, setiap bentuk perlawanan ini akan menghadapi pengadilan Allah; baik dalam bentuk sanksi pengadilan di dunia, maupun dalam takhta pengadilan akhir dari Allah sendiri nantinya. Maka dari itu kekristenan, terutama dalam pandangan Reformed, melihat posisi pejabat publik dengan begitu serius karena ia memiliki tuntutan dan konsekuensi yang tinggi dari Allah.Lecture VLV kali ini dihadiri oleh sekitar 144 peserta onsite dan 111 peserta online. Melalui lecture kali ini, warga kristiani diharapkan untuk dapat makin melihat kekayaan iman Kristen, terutama dalam garis pemikiran John Calvin. Iman Kristen memang seharusnya membawa umat Allah kepada pengertian yang menyeluruh atas seluruh realitas ciptaan, termasuk elemen-elemen struktural-fungsional yang membentuk sebuah masyarakat. Kiranya melalui setiap VLV lecture yang diselenggarakan oleh GRII Kebon Jeruk, warga gereja dan masyarakat secara umum dapat memperoleh berkat. Dan semoga melalui setiap pelayanan yang telah dijalankan, umat Allah dapat melihat kekayaan sorgawi yang tersimpan di sepanjang sejarah, yang telah Allah berikan bagi segenap umat-Nya untuk dapat melayani, dan menikmati, Allah yang penuh rahmat itu. Segala puji hanya bagi Dia, Raja dan Penguasa yang kekal sampai selama-lamanya. Amin.

