Lagu ini sudah ditulis sangat lama, lebih dari 10 tahun yang lalu, waktu saya masih melayani di GRII Malang. Lagu ini pernah dinyanyikan oleh paduan suara GRII Malang dalam versi yang lama, versi di mana kata-katanya belum serapi sekarang.
Lagu ini merefleksikan apa yang Allah Tritunggal berikan kepada kita. Ada berkat, ada cinta kasih yang dilakukan oleh Allah Tritunggal kepada kita.
Tentu saja ketiga bait lagu ini tidak mewakili keseluruhan pekerjaan dari Allah Tritunggal, di sini tidak dicantumkan tentang kebangkitan Tuhan Yesus, tidak dicantumkan tentang pemeliharaan Allah Bapa, juga tidak dicantumkan bagaimana Roh Kudus melahirkembalikan kita. Tetapi ada tiga pekerjaan yg secara garis besar menggambarkan masing-masing pribadi dan juga merupakan berkat-berkat yang sangat penting bagi kita.
Di dalam bait pertama, kita mau bersyukur kepada Tuhan, karena Allah Bapa memilih kita. (1 Petrus 1:2; Efesus 1:4) Tuhan memilih kita sebelum dunia dijadikan. Dan kita tahu bahwa Tuhan memilih kita karena Dia mengasihi kita. Allah Bapa mengasihi kita, Allah Anak mengasihi kita, Allah Roh Kudus juga mengasihi kita. Sering kali kita berbicara tentang kasih Kristus, kita lupa bahwa Allah Bapa, Allah Anak, Allah Roh Kudus, ketiga pribadi dari Allah Tritunggal mengasihi kita.
Dalam bait kedua, berbicara tentang kematian Kristus karena disitu berbicara tentang penggantian, berbicara tentang subsitusi, Kristus mati bagiku, pada salib yang penuh hina Dia menggantikanku. Di sini lebih menekankan karena kematian yg bersifat subsitusi, bersifat menggantikan.
Dalam bait yg ketiga adalah Pekerjaan Roh Kudus yaitu Roh Kudus menuntun dengan firman yang Dia berikan sendiri. Tujuan Roh Kudus menuntun kita adalah utk menyucikan kita.
Saya menulis lagu ini sebagai pujian pribadi, bukan pujian kami tapi pujianku. Ini mengikuti spirit pengakuan iman rasuli di mana kita mengaku secara pribadi. Aku percaya kepada Allah Bapa pencipta langit dan bumi dan seterusnya. Karena penggantian bersifat pribadi, demikian pula Roh Kudus menuntun satu demi satu pribadi.
Dan ketika berkat Allah Tritunggal itu sudah diberikan, di bagian reffrein menunjukkan apa yang menjadi respon kita, yang harus kita berikan kepada Allah tritunggal, yaitu ku mau puji Tuhan selalu, sepanjang umur hidupku. Aku mau memuji Tuhan, itu adalah respon pertama. Melalui perkataan kita, kita mau memuji Tuhan. Tetapi tidak berhenti sampai di situ. Kita juga mempersembahkan tubuh dan jiwa kita kepada Allah Tritunggal.

