Truth and Love News

VLV Lecture Maret 2025

Avatar photo

Nikki Tirta

Apologetika Kristen Rasul Paulus Pdt. Hendry Ongkowidjojo, D.Th.

Pada Sabtu, 1 Maret 2025, GRII Kebon Jeruk kembali mengadakan VLV lecture bertajuk “Apologetika Kristen Rasul Paulus” yang dibawakan oleh Pdt. Hendry Ongkowidjojo, D.Th., dihadiri oleh sekitar 171 peserta secara onsite, dan 141 orang secara online.

Pada kesempatan kali ini, Pdt. Hendry coba menjabarkan bagaimana Rasul Paulus membangun pendekatannya dalam menjelaskan tentang Mesias, keselamatan, Allah, iman, dan seterusnya, kepada orang-orang yang belum percaya; terutama kelompok masyarakat non-Yahudi. [s71] Paulus mendasari pendekatannya secara sistematis dan bertahap. Dia tidak menjelaskan imannya secara serampangan, atau bersikeras tanpa dasar. “He is a good thinker, not a free thinker.”, tutur Pdt. Hendry.

Peran orang percaya dalam berapologetika adalah bukan mengklaim bahwa pembelaan itu berasal dari upaya dirinya. Peran orang percaya, seperti apa yang dilakukan oleh Rasul Paulus, adalah untuk mendalami, menerangkan, dan menunjukkan kebenaran Alkitab. Sebab Alkitab sanggup membela dirinya sendiri. Alkitab adalah firman Allah sepenuhnya, yang berkuasa untuk memberikan pengertian akan rahasia-rahasia iman dan pengharapan orang percaya.

Untuk dapat memberikan pertanggungjawaban iman yang baik kepada orang yang belum percaya, atau juga kepada orang Kristen yang masih baru, seseorang harus berkomitmen penuh untuk mengerti kebenaran firman. Tanpa konsistensi dan keteguhan hati untuk memahami firman, seseorang akan sulit berapologetika (menerangkan dan mengajak orang lain untuk percaya kepada seluruh kebenaran Tuhan Yesus) kepada orang lain.

Tidak dapat dipungkiri, pembelajaran terhadap Alkitab, yang secara mendalam dan bertanggung jawab, bukanlah hanya tanggung jawab rohaniwan. Segenap warga gereja dituntut Tuhan untuk bertumbuh, dan tak akan pernah ada pertumbuhan yang sejati tanpa kasih yang makin bertambah terhadap firman Tuhan. Orang Kristen yang telah berhenti belajar firman Tuhan adalah orang Kristen yang telah berhenti bertumbuh. Dalam hal ini, gereja meresponi tuntutan Tuhan untuk menggembalakan jemaat Tuhan, dan VLV hadir dalam rangka menjalankan tugas tersebut.

Kita bersyukur VLV pertama di tahun 2025 sudah boleh berlangsung dan diberkati Tuhan melalui hamba-Nya yang pernah Ia bangkitkan dan pakai, yaitu Rasul Paulus. Kita bersyukur juga melalui Pdt. Hendry Ongkowidjojo dan segenap panitia yang terlibat boleh dipakai Tuhan untuk menguraikan dan menerangkan kekayaan firman Tuhan dan keteladanan Rasul Paulus yang sangat dibutuhkan oleh jemaat Tuhan masa kini.

Mari bila VLV diadakan kembali, kita dapat mengajak lebih banyak orang untuk belajar bersama, makin mengasihi Allah dan sesama dengan cara mengajak mereka untuk makin mengerti, memahami, dan mengasihi kebenaran-kebenaran firman yang telah disiapkan Tuhan bagi gereja-Nya.

Semoga VLV berikutnya di tahun ini juga berkenan Tuhan pakai dan berkati, supaya gereja boleh bertumbuh makin seturut dengan kehendak-Nya, hingga kelak siap untuk bertemu dengan Kristus, Mempelainya, muka dengan muka. Amin.

“Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran” – Yohanes 17:17.