Truth and Love News

Pelayanan Visitasi dan Diakonia GRII Kebon Jeruk

Avatar photo

Nikki Tirta

Tiga tugas gereja yang dikenal dalam Perjanjian Baru meliputi Koinonia, Marturia, dan Diakonia. Diakonia sebagai “pelayanan kasih” merupakan ungkapan yang sering muncul dalam konteks jemaat mula-mula. Para penulis Perjanjian Baru, dan terutama para Rasul sendiri, menggunakan istilah tersebut untuk membicarakan pengelolaan dan penggembalaan rumah tangga gereja. Kata diakonia seringkali muncul berdekatan dengan dua kata lain, yaitu “diakonos” yang berarti “pelayan”, dan “diakoneo” yang berarti “melayani”. Pelayanan diakonia erat kaitannya dengan para murid yang mengelola segenap rumah Allah sebagai rekan sekerja dari para Rasul.

Kisah Para Rasul 6:1-7 memberikan kita konteks bagaimana keduabelas Rasul memilih tujuh orang secara khusus untuk menangani persoalan yang timbul akibat bertambahnya jemaat. Tujuannya agar para Rasul dapat memusatkan pikiran mereka pada pelayanan firman serta doa, dan agar pertumbuhan gereja Tuhan dapat dikelola dengan adil, baik, dan bertanggung jawab.

Dalam era modern, pelayanan visitasi dan diakonia masih mendasari asasnya pada prinsip-prinsip yang tertuang dalam kehidupan gereja mula-mula tersebut. Kegiatan perkunjungan dan bantuan gereja diperuntukkan agar segenap jemaat Tuhan boleh dipelihara dan ditumbuhkan kerohaniannya, serta didampingi dalam masa-masa sukar. Gereja Reformed Injili Indonesia di Kebon Jeruk (GRII Kebon Jeruk) juga menyadari peran gereja yang telah diwariskan turun-temurun sejak zaman para Rasul ini. Karena itu dibentuklah wadah tim pelayanan visitasi diakonia di bawah naungan departemen penggembalaan.

Tim Visitasi dan Diakonia bertugas dalam menjalankan peran manajerial untuk menata kegiatan kunjungan terhadap jemaat, baik itu pasca kedukaan, sakit, kelahiran, maupun pemberkatan usaha/rumah jemaat. Selain itu, tim Visitasi juga mengadakan caroling Natal untuk jemaat lansia yang sedang sakit atau tidak cukup kuat untuk datang ke gereja secara langsung. Visitasi pasutri pasca pernikahan juga merupakan bagian dari penggembalaan yang dilakukan, dan merupakan bagian dari visitasi jemaat yang dilakukan secara rutin dan berkala.

Tujuannya sederhana, yaitu bagaimana gereja tetap hadir untuk membawa pesan penggembalaan yang kembali kepada firman Tuhan; baik pada saat suka maupun duka. Saat senang dan bahagia, maupun saat susah dan menderita, gereja bertanggung jawab untuk menghadirkan firman di tengah-tengah semua kondisi tersebut; membawa umat Allah untuk kembali melihat kepada Allah, makin bersandar pada-Nya, dan mengucap syukur atas pemeliharaan-Nya.

Hingga saat ini, pelayanan tim Visitasi dan Diakonia GRII Kebon Jeruk telah menjalankan sekitar 119 kali kegiatan visitasi dalam kurun waktu 1 tahun terakhir sejak awal 2024 (hingga tulisan ini diterbitkan). Dengan meresponi pertumbuhan jumlah jemaat yang mencapai kisaran 800-900 lebih individu tiap minggu, tentu beban pelayanan penggembalaan akan terus bertambah. Kiranya Tuhan boleh mengaruniakan “bahu” yang semakin kuat, dan hati yang semakin hangat untuk melayani Dia dan gereja-Nya.

Kiranya melalui pelayanan visitasi dan diakonia ini, seluruh jemaat Tuhan dapat bertumbuh dewasa, makin mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, pikiran dan kekuatan, serta mengasihi gereja Tuhan seperti diri mereka sendiri. Amin.

nb: Pelayanan Visitasi GRII Kebon Jeruk melayani berbagai bentuk kunjungan penggembalaan jemaat berupa visitasi pasca kelahiran, kunjungan bagi jemaat yang sedang sakit dan atau masa pemulihan, pengucapan syukur atas rumah, kantor, atau tempat usaha baru, serta kunjungan pasca kedukaan untuk keluarga yang ditinggalkan. Pelayanan ini memang diprioritaskan bagi jemaat yang telah rutin beribadah di GRII Kebon Jeruk.

Bagi Bapak/Ibu yang ingin dilayani oleh tim Visitasi GRII Kebon Jeruk, silakan menghubungi nomor kontak 0812-8130-0200 (Whatsapp active).