Para pemuda dan remaja GRII Kebon Jeruk baru-baru ini mengadakan acara Retret Pemuda, Remaja & Profesional pada Kamis-Sabtu 4-6 September 2025. Acara berlokasi di Albero Hotel & Resort di daerah Bogor. Dalam 16 tahun sejarah GRII Kebon Jeruk, ini adalah Retret khusus Pemuda dan Remaja yang pertama kali diadakan. Di waktu lalu, gereja beberapa kali mengadakan retret (kebersamaan jemaat) untuk seluruh jemaat, tetapi belum pernah khusus untuk Pemuda dan Remaja.
Tahun 2024, gereja mengadakan dua kali kegiatan outing (one-day-outing) untuk Pemuda dan Remaja. Setelah outing tersebut, pengurus PA Pemuda dan pengurus PA Remaja merasa perlu adanya kegiatan yang lebih panjang agar untuk mendorong persekutuan lebih mendalam di komunitas Pemuda dan komunitas Remaja. Sebagai gereja di kota besar dengan tempat tinggal jemaat yang tersebar berjauhan, membangun komunitas memang menjadi tantangan tersendiri. Kegiatan yang menjadi pilihan adalah retret Pemuda dan Remaja. Harapan lainnya adalah retret ini dapat membantu pertumbuhan rohani para peserta yang akan ikut nantinya.

Retret ini ditujukan terutama untuk jemaat internal GRII Kebon Jeruk, namun terbuka jika ada peserta non GRII Kebon Jeruk yang mendaftar. Rentang usia peserta adalah Remaja dan Pemuda, baik mahasiswa maupun profesional muda. Panitia bekerja keras untuk mengomunikasikan retret ini, baik di dalam gereja maupun menjangkau beberapa universitas di luar. Konsep baru dalam humas dilakukan untuk acara ini. Atas anugerah Tuhan, lebih dari 170 orang (termasuk hamba Tuhan & keluarga, Pengurus) mendaftar untuk mengikuti retret ini. Namun karena adanya berbagai halangan, jumlah peserta yang hadir akhirnya menjadi sekitar 160 orang.
Retret Pemuda, Remaja dan Profesional di 2025 mengambil tema mengenai transhumanisme. Suatu kata yang asing untuk kita semua, tetapi sesungguhnya semangat dan fenomena tersebut ada di sekeliling kita tanpa kita sadari. Transhumanisme adalah pemikiran dan gerakan yang mendorong untuk melampaui batasan sebagai manusia, umumnya dengan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Batasan fisik manusia, batasan kemampuan berpikir, bahkan batasan hidup manusia (kematian) dianggap mungkin dapat diatasi dengan teknologi. Pemikiran ini menantang apa yang dianggap sebagai natur manusia (human nature).

Konsep natur manusia sangat berkaitan erat dengan konsep kedaulatan Allah sebagai pencipta manusia. Dalam transhumanisme, apakah manusia menantang kedaulatan Allah? Sebagai manusia berdosa, bukankah kita selalu menantang Allah dalam berbagai hal? Pemikiran bahwa kita bisa melampaui batasan yang ditetapkan oleh Allah sangatlah menggoda. Topik transhumanisme menjadi pengantar untuk masuk kepada pembahasan kedaulatan Allah dalam hidup kita sebagai manusia. Selama 3 hari, topik transhumanisme dibawakan oleh Pdt. Antonius Un, Pdt. Joshua Siwalette, Vik. Carlos Wiyono dan Vik. Suryanti Yunita sebagai para pembicara. Pdt Antonius Un mengisi banyak sesi di hari Jumat, termasuk sesi KKR pada Jumat malam.
Selain topik utama mengenai transhumanisme, juga terdapat sesi kapita selecta dan sesi tanya jawab dengan para hamba Tuhan (Suara Hati Gembala). Salah satu topik dalam sesi kapita selecta adalah spiritual discipline for personal dan communal life (disiplin rohani). Contoh disiplin rohani adalah berdoa, membaca Alkitab, beribadah, dan sebagainya. Dalam sesi tersebut, kita belajar bahwa disiplin rohani bukan sepenuhnya usaha kita. Disiplin rohani adalah sarana anugerah. Disiplin rohani berarti membuka dan memberi diri di jalur anugerah Tuhan yang terbuka bagi kita.

Acara retret juga diselingi dengan beberapa kegiatan seperti api unggun, jalan pagi bersama, games dan snack malam. Acara api unggun di Kamis malam menjadi waktu untuk perenungan dan momen kebersamaan para peserta. Di Jumat pagi, setelah renungan berkelompok di kamar, para peserta mempunyai waktu singkat untuk menikmati alam di lokasi retret. Lokasi retret kali ini memiliki suasana alam yang amat hijau dan berkontur, menyenangkan untuk dinikmati. Bahkan, ada kolam air dengan bebek-bebek putih yang menambah daya tarik tempat ini. Banyak aktivitas yang mungkin dilakukan di tempat terbuka. Sangat mendukung untuk kegiatan seperti retret.
Jadwal retret di tanggal 4-6 September ini cukup menantang. Tahun 2025, tidak banyak waktu long weekend yang ada. Waktu liburan panjang lainnya juga sulit untuk mengadakan retret. Walau 5 September adalah hari libur, namun 4 September merupakan hari kerja / hari sekolah biasa. Karenanya panitia menyediakan 3 waktu keberangkatan, yaitu Kamis pagi, Kamis malam dan Jumat pagi. Untuk peserta yang hendak ikut sejak Kamis pagi, mereka perlu cuti kerja atau mengajukan izin ke sekolah. Sebagian besar peserta berangkat pada Kamis pagi dan Kamis malam.

Mendekati hari pelaksanaan, terdapat tantangan baru berupa gangguan kondisi politik dan keamanan. Selama beberapa hari di akhir Agustus, terdapat banyak demonstrasi dan kerusuhan di berbagai kota di Indonesia. Risiko keamanan menjadi tinggi. Panitia juga mempertimbangkan kemungkinan untuk mengundurkan / membatalkan kegiatan retret jika kondisi keamanan tidak membaik. Bersyukur pada Tuhan, akhirnya kondisi keamanan berangsur pulih menjelang hari H. Akhirnya retret bisa dilaksanakan dengan baik sesuai rencana. Terima kasih untuk para panitia yang telah bekerja keras untuk mempersiapkan dan melaksanakan Retret Pemuda, Remaja dan Profesional ini. Seksi akomodasi yang bolak-balik survei calon lokasi. Seksi Acara yang mempersiapkan susunan acara. Seksi Ibadah yang mengatur jalannya ibadah. Seksi Perlengkapan yang super sibuk menjelang hari H dengan mengangkut banyak barang dari gereja. Seksi Humas dan Pendaftaran yang berjuang menjangkau audience dan menerangkan topik transhumanisme. Seksi Konsumsi yang harus menyediakan makanan untuk banyak orang. Seksi Transportasi yang menyediakan bus dan mobil untuk peserta dan perlengkapan. Dan berbagai bagian lainnya dari kepanitiaan yang juga berjuang bersama sebagai satu tim.

