Truth and Love News

Selamat Ulang Tahun PRII Pekanbaru

Widhi Adananto & Yantho Nazareth

Sekapur Sirih HUT ke-2 PRII Pekanbaru dari Mata Jemaat

​Segala puji dan hormat hanya patut diberikan kepada Allah Tritunggal (Bapa, Putra yaitu Yesus Kristus, dan Roh Kudus) dalam menyaksikan bagaimana Dia memelihara gereja. Kita bersyukur di tengah-tengah segala tantangan, kesulitan, dan bahkan ketidakmungkinan, Tuhan hadir menyatakan kehendak-Nya di tengah-tengah dunia melalui gereja. Gereja adalah mempelai Kristus, gereja juga adalah tubuh Kristus, sehingga gereja itu sendiri adalah milik Kristus. Kita bersyukur, PRII Pekanbaru merupakan bagian dari gereja Tuhan yang kudus dan Am itu. Dan dalam usianya yang telah menginjak 2 tahun ini, buletin Truth & Love menghadirkan sudut pandang perjalanan PRII Pekanbaru dari mata jemaat. Kiranya dua kesaksian ini boleh menjadi berkat bagi pembaca untuk melihat bagaimana pemeliharaan Tuhan terhadap GRII Kebon Jeruk & PRII Pekanbaru sebagai “satu tubuh” selama 2 tahun terakhir. Soli Deo Gloria.

Kesaksian Bpk Widhi Adananto

No one comes to help, no one comes to contribute, but everyone comes to serve and to learn.”

Demikian pedoman pelayanan itu pertama kali saya dengar dari Pdt. Antonius Un pada awal Persekutuan Reformed (PR) Pekanbaru di Hotel Fox pada tahun 2022. Sejenak saya berusaha mengartikan semboyan itu, apa yang salah dengan membantu dan kontribusi? Bukankah setiap orang datang ke pelayanan untuk membantu? Bukankah setiap orang terpanggil melayani untuk memberikan kontribusi pikiran, tenaga, bahkan harta?

Sedikit latar belakang saya, saya atestasi pada tahun 2015 di GRII Karawaci. Tujuh tahun saya berjemaat di GRII, belum pernah saya mendengar semboyan itu. Menginjak tahun ketiga di Batam, saya dipindahtugaskan ke Pekanbaru pada tahun 2021. Bagi saya pindah tugas adalah hal biasa, memindahkan keluarga pun sudah bukan hal baru lagi, memindahkan anak sekolah juga tidak berat seperti yang dipikirkan orang. Tetapi, pindah dari Etalase Indonesia ke kota yang jauh masuk ke daratan sedikit mengoyak gengsi saya. Apalagi ketika saya dan keluarga tahu bahwa tidak ada GRII di Pekanbaru menambah kesedihan kami. Jangankan GRII, PR pun tidak ada. Bagaimana bisa? Ini kota besar lho, orang Kristennya banyak. Ke mana orang-orang reformed Pekanbaru selama ini?

Minggu berganti minggu, kami hanya pasrah beribadah di gereja lokal. Secercah harapan muncul pada awal Februari 2022 ketika kami mendapat kabar bahwa Pdt. Antonius Un akan mulai melakukan perintisan PR di Pekanbaru. Kunjungan perdana Pdt. Antonius Un dan panitia pada hari Senin, 23 Mei 2022 ditandai dengan doa berlutut perintisan di ruang kamar Hotel Novotel Pekanbaru. Sejak itu, doa berlutut sering diadakan via zoom oleh tim panitia dari GRII Kebon Jeruk.

Kesehatian adalah kunci. Doa bersama-sama adalah hal yang biasa di beberapa gereja, apapun alirannya. Namun, kesan yang tidak biasa adalah kesehatian dalam suasana hormat pada Tuhan serta kerendahan hati di setiap sesi doa. Saya bersyukur saya diberi kesempatan “mengintip” Tuhan boleh memimpin perjalanan perintisan ini. Sedikit demi sedikit saya belajar dalam sesi doa ini bahwa berdoa juga memperkatakan Firman Tuhan.

Persekutuan perdana PD/PA diadakan di Hotel Fox pada tanggal 4 Juli 2022 dengan tema Seri Kemuliaan Kristus – Air Hidup Terus Memancar Sampai Hidup yang Kekal. Saya tidak menyangka persekutuan perdana dihadiri 51 orang dari Pekanbaru dan 28 orang dari GRII Kebon Jeruk, puji Tuhan! PD/PA berikutnya diadakan sebulan sekali di Hotel Fox, dan tentu saja doa berlutut tetap rutin dijalankan.

Kejutan berikutnya adalah Seminar Anak Domba vs. 666 pada tanggal 3 Oktober 2022 di Hotel Novotel, dihadiri kurang lebih 1.300 orang, puji Tuhan! Hal yang saya pelajari dari seminar ini, selain Firman-Nya tentu saja, juga bagaimana menjalankan organisasi panitia yang begitu detil, cermat, rapi, dan disiplin namun luwes dan dinamis untuk dilakukan perubahan mendadak. Saya melihat bagaimana panitia dari GRII Kebon Jeruk begitu semangat melayani, begitu baik dalam bekerja sama, dan tetap rendah hati. Semua tunduk pada masing-masing ketua di atasnya, demikian seterusnya.

KPIN Riau, 10 April 2023 di Stadion Atletik Rumbai adalah anugerah Tuhan untuk kita semua belajar rendah hati di hadapan Tuhan. Drama hujan lebat disertai angin pada H-1 membuat saya belajar bahwa tidak ada secuil pun kontribusi kita atas berlangsungnya KPIN itu. Semua hanya belas kasihan Tuhan semata.

Minggu demi minggu PD/PA berlalu, tibalah saatnya kelahiran PRII Pekanbaru dimulai KU Perdana pada hari Minggu, 3 September 2023 di Komplek Ruko RBC blok B-39, Pekanbaru. Kami bersyukur diberi kesempatan untuk melayani dan belajar pada PA hari Senin, PD/PA hari Rabu, Kebaktian Umum, dan Sekolah Minggu.

Setiap pelayanan adalah pembelajaran. Pembelajaran baik dalam aspek teologis maupun aspek sekuler. Pdt. Un dan tim pengarah senantiasa mengambil keputusan dan kebijakan sebisa mungkin dilandasi aspek teologis. Hikmat yang demikian senantiasa menjaga keseimbangan dengan hal-hal sekuler seperti organisasi gereja, relasi antar penatalayan, relasi dengan jemaat, dst.

Hambatan dalam pelayanan. Beberapa kali terlintas dalam pikiran saya untuk membantu dan berkontribusi untuk PRII entah dalam bentuk tenaga atau uang. Walaupun mungkin orang lain tidak tahu, tetapi dalam hati kecil saya merasa berjasa di hadapan Tuhan. Orang yang merasa berjasa tentu berharap ada imbalan, walaupun sekedar ucapan terima kasih. Jika rasa berjasa itu menumpuk akan muncul rasa sayalah yang mengatur Tuhan, saya tidak mau diatur. Bersyukur, belas kasihan Tuhan senantiasa mengingatkan saya untuk belajar rendah hati, belajar mengampuni, belajar mengasihi dan melayani pekerjaan Tuhan sepenuh hati. “No one comes to help, no one comes to contribute, but everyone comes to serve and to learn”.

Tantangan PRII masa mendatang adalah pertumbuhan jumlah jemaat. Seiring dengan hal itu diperlukan rendah hati, komitmen, dan kesehatian penatalayan supaya penatalayan dapat saling melengkapi dan saling mendukung mengingat penatalayan bukan full-timer. Selain itu pembinaan penatalayan sebaiknya rutin dilakukan, walaupun sekedar mengingatkan prinsip-prinsip teologis pelayanan, bagaimana berkomunikasi dengan jemaat, dll.

Semoga Tuhan senantiasa memelihara sehingga PRII Pekanbaru bertumbuh dengan sehat, dewasa, dan mapan. Ketika waktu Tuhan tiba, PRII Pekanbaru benar-benar siap menjadi jemaat mandiri yang lepas dari gereja induk GRII Kebon Jeruk.

Puji Tuhan! Puji Tuhan! Puji Tuhan! Dirgahayu PRII Pekanbaru. Selamat ulang tahun kedua. Gereja yang dipakai Tuhan untuk memberkati Riau dan Indonesia.

Kesaksian Bpk. Yantho Nazareth

Diawali sebagai murid STRIJ (Sekolah Tinggi Reformed Injili Jakarta) dua belas tahun yang lalu, saya adalah salah satu dari 40 murid yang hadir secara rutin.

Sayang sekali, keberadaan  STRIJ hanya beberapa saat saja. Saat itu  saya berharap, suatu saat di Pekanbaru akan ada GRII yang di dirikan oleh Pdt. Stephen Tong.

Dua tahun yang lalu Pdt Antonius Steven Un yang adalah gembala GRII Kebun Jeruk didampingi oleh rombongan memulai kelas Pemahaman Alkitab (PA) di Hotel FOX di Jalan Riau. Dengan sukacita dan semangat saya dan istri hadir menikmati pengajaran yang disampaikan, yang ternyata dihadiri oleh orang-orang yang sebagian besar saya kenal. Setelah berlangsung beberapa kali pertemuan, kelas pindah ke Hotel Novotel yang terletak persis di seberang Hotel Fox. Kemudian pindah ke komplek RBC hingga saat ini.. Di tempat inilah Persekutuan Reformed Injili Indonesia (PRII) Pekanbaru dimulai, di mana ibadah minggu, kelas Pemahaman Alkitab Umum, kelas Sekolah Minggu   serta beberapa kegiatan lain diadakan.

Beberapa hal yang dapat saya saksikan sekaligus harapkan selama belajar dan melayani di PRII Pekanbaru :

1. Suka dan duka dalam pelayanan

Ada begitu banyak suka dalam melayani Allah di PRII Pekanbaru, di mana kami di gembalakan oleh seorang hamba Tuhan yang mumpuni dari berbagai sisi. Pengajarannya sehat, berkualitas dan disiplin. Gembala yang dapat menjadi teladan merupakan daya tarik yang besar buat saya pribadi.

Para panitia dari GRII Kebun Jeruk juga sangat serius menangani PRII Pekanbaru dan selalu memperhatikan roda pelayanan serta memberikan arahan-arahan yang dianggap perlu kepada para penatalayan yang semuanya baru bergabung dan sedang dalam proses adaptasi dengan persekutuan yang baru ini.

Proses adaptasi yang tidak mudah. Membuang tradisi dan hal-hal yang kami bawa dari gereja lama untuk mengikuti irama dan pola-pola yang diterapkan oleh gembala di persekutuan ini menimbulkan duka kecil yang saya sadari akan membawa kebaikan yang besar.

2. Tantangan /kesulitan dalam pengembangan PRII Pekanbaru

Dari awal hingga 2 tahun usia Persekutuan ini, seluruh kegiatan yang berkaitan dengan pengajaran dipimpin  oleh hamba Tuhan  dari gereja induk, yaitu GRII Kebun Jeruk. Saya sangat memaklumi hal ini karena pengajaran adalah hal yang sangat sentral, sehingga hanya dilakukan oleh orang yang berkapasitas sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi orang yang mau belajar.

Saya pribadi hadir di  Persekutuan ini karena tertarik dengan pengajaran Firman  yang lebih mendalam. Pernah saya bertanya kepada teman-teman yang hadir, ternyata  hampir semua memberikan jawaban yang sama.

Untuk pelayanan penggembalaan seperti visitasi, belum bisa dilakukan secara optimal karena belum adanya hamba Tuhan yang menetap. Kiranya suatu saat nanti, Tuhan menempatkan gembala definitive, sehingga dapat dibuka Pemahaman Alkitab (PA) Pemuda, PA Wanita dan lain-lain  sesuai dengan waktu yang Tuhan tetapkan.

3. Pimpinan Tuhan dalam setiap tantangan

Ketika persiapan acara Kebaktian Pembaruan Iman Nasional (KPIN) di bulan April 2023, saya terlibat langsung dalam mengurus perijinan, Banyak sekali kendala yang merepotkan yang kami hadapi, yang membuat saya ingin mengambil jalan pintas. Tetapi ketika itu, Pdt. Antonius dan rekan-rekan panitia dari gereja induk menasehati agar saya tetap tenang dan melakukan segala sesuatunya sesuai prosedur.

Puji Tuhan…, di menit-menit terakhir semua perijinan bisa selesai dengan baik dan yang terpenting nama Tuhan  dipermuliakan di acara KPIN, di mana Pdt. Stephen Tong menyampaikan isi hati Tuhan kepada empat ribu lebih warga Pekanbaru dan sekitarnya.

Saya memperhatikan perjalanan PRII Pekanbaru, Tuhan memimpin selangkah demi selangkah hingga sampai ke gedung yang sekarang ini, tempat yang cukup strategis, di mana tidak hanya diadakan ibadah Minggu, dan  kegiatan lain  tetapi juga beberapa kali seminar yang memberkati gereja-gereja lain di Pekanbaru dan sekitarnya.

Saya menaruh harapan besar, suatu hari nanti, PRII akan menjadi MRII sampai akhirnya menjadi GRII yang bukan hanya memberkati jemaatnya sendiri, tetapi juga gereja-gereja lain di kota Pekanbaru

Dalam beberapa kali pertemuan, Pdt Antonius Un berkata bahwa Pekanbaru adalah kota yang berpotensi bagi hadirnya GRII Pekanbaru. Mari kita imani dan kerjakan bersama-sama visi yang Tuhan percayakan kepada gembala kita. Saya percaya bahwa kalau Tuhan yang sudah memulai maka Tuhan juga yang akan memelihara gereja-Nya sampai kedatanganNya kembali.

Kini dua tahun sudah PRII hadir di Pekanbaru dan setiap ibadah sekitar 90 orang yang hadir, kita patut bersyukur akan hal ini karena benih-benih sudah bertunas dan akan menghasilkan buah.

SELAMAT ULANG TAHUN KE-2 PRII PEKANBARU

SOLI DEO GLORIA